Mental Health

 Perkenalkan nama saya Wisnu Agung Pratama dari fakultas FIB prodi Sastra Jepang kluster 6 akan menjelaskan tentang apa itu Mental Health dan apasih pengaruhnya untuk generasi Z?, Sebelumnya itu, apasih yang dimaksud generasi Z?. Generasi Z adalah generasi penerus setelah generasi milenial. Menurut Pew Reseach, definisi dari generasi Z adalah orang yang lahir setelah 1997 yang tumbuh dengan teknologi, internet, dan media sosial. Lahir dan berkembang di era teknologi digital menjadikan generasi Z sebagai pecandu teknologi dan cenderung anti-sosial. Dan mental health atau Kesehatan mental dipengaruhi oleh peristiwa dalam kehidupan yang meninggalkan dampak yang besar pada kepribadian dan perilaku seseorang. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat berupa kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan anak, atau stres berat jangka panjang. 


    Menurut berita yang saya kutip di muda.kompas.id sebuah survey tentang penggunaan media dilakukan kepada 2000 orang generasi Z usia 8-18 tahun. The Rideout, Foehr, and Roberts untuk Kaiser Family Foundation (2010) melaporkan bahwa dalam sehari, generasi Z menghabiskan hampir 8 jam untuk beraktivitas dengan perangkat multimedia elektronik. Karena itu generasi Z merasakan stres akibat informasi-informasi tak terbendung yang beredar di sekitarnya. Banyaknya jumlah media massa yang berbasis internet atau media daring membuat generasi Z semakin dekat dengan informasi dari seluruh dunia.


Keakraban generasi Z dengan teknologi bukan semata-mata implikasi dari kemajuan zaman, tetapi juga mempengaruhi aspek psikologis dan behavioralnya. Menurut Toronto (2009), terdapat kecenderungan generasi Z memanfaatkan tekonologi untuk menghindari perjuangan di kehidupan offline mereka dan untuk menemukan kenyamanan (berbaur) dengan melarikan diri dan berfantasi untuk mengisi waktu maupun kekosongan emosional. Ternyata, generasi ini memanfaatkan dunia virtual sebagai tempat “pelarian” dari kehidupan nyata. Sayangnya, internet bisa membuat  kondisi kesehatan mental generasi Z menjadi lebih buruk.


Selain karena kedekatannya dengan teknologi, kecenderungan generasi Z dalam memanfaatkan teknologi sebagai pelampiasan kekosongan emosional dan kondisi kehidupan nyata yang tak sesuai harapan menjadi penyebab hal itu terjadi. Bagi pelaku, perundungan siber merupakan wujud pelampiasan emosional mereka yang tak bisa disalurkan di kehidupan nyata.


Sementara bagi korban, hal itu juga berdampak pada tekanan emosional. Tak heran bila dikatakan generasi Z mempunyai tingkat stres yang lebih tinggi dari orang-orang yang lebih dewasa. Cakupan pergaulan yang luas hingga merambah dunia virtual justru bisa menambah kemungkinan generasi tersebut untuk mendapatkan lebih banyak masalah.


Inilah yang menyebabkan mengapa Mental Health sangat berpengaruh kepada generasi Z. Untuk mengatasi atau meminimalkan dampak tersebut perlunya suatu kebiasaan baik yang terus dilakukan seperti mengurangi penggunaan medsos kecuali untuk hal yang berguna saja, membatasi waktu penggunaan teknologi dalam sehari, memilah informasi yang kita dapat, dan jangan jadikan media sosial sebagai tempat untuk pelampiasan emosi jika tidak berguna. Perbanyak melakukan kegiatan positif atau bergabung dalam sebuah grup/komunitas yang dapat menyalurkan bakat maupun aspirasi kalian. Tidak lupa mempertebal iman kepada tuhan yang maha esa dan memilih pergaulan agar tidak tersesat dalam era digital yang serba ada ini.

Komentar